Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan serta meningkatkan kualitas spiritual para pelayan umat, jajaran Staf dan Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, menyelenggarakan kegiatan Khotmil Qur'an pada hari Selasa (24/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung dengan penuh kekhusyukan ini bertempat di balai nikah Kantor Urusan Agama (KUA) Campurdarat. Acara tersebut diikuti secara antusias oleh seluruh staf jabatan pelaksana, jabatan fungsional, serta penyuluh agama islam yang bertugas mendampingi majelis taklim di berbagai desa se-Kecamatan Campurdarat.
Kegiatan Khotmil Qur'an ini diinisiasi sebagai bentuk komitmen bersama untuk menjadikan bulan Ramadan bukan hanya sebagai momen menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sebagai bulan untuk memperbanyak ibadah (Syahrul Ibadah) dan bulan Al-Qur'an (Syahrul Qur'an).
Bapak Eko Ali Sadikin selaku koordinator Penyuluh Agama Islam KUA Campurdarat dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk menjaga "kesehatan spiritual" para penyuluh dan staf.
"Sebagai garda terdepan dalam membimbing umat, rohani para staf dan penyuluh agama harus senantiasa terisi dengan energi positif. Khotmil Qur'an ini adalah sarana kita untuk memperkuat keimanan, sehingga kita bisa memberikan teladan dan bimbingan yang maksimal kepada masyarakat," ungkapnya.
Kegiatan ini berlangsung setiap pagi selama bulan ramadhan dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an yang dibagi secara bergantian hingga khatam 30 juz, rangkaian acara ini juga diselingi dengan doa bersama. Doa tersebut dipanjatkan khusus untuk memohon keselamatan bangsa, ketenteraman masyarakat Kabupaten Tulungagung, kerukunan antarumat beragama, serta kelancaran tugas-tugas pelayanan keagamaan di lapangan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tali silaturahmi dan sinergi antara staf dan PAI di wilayah Campurdarat dapat semakin erat. Lebih jauh lagi, semangat mencintai dan membumikan Al-Qur'an ini diharapkan dapat diteruskan dan ditularkan oleh para penyuluh kepada majelis-majelis taklim dan kelompok masyarakat binaan di desa masing-masing.
(As-Syarof)


Posting Komentar