https://tafsirweb.com/jadwal-sholat


Gema Isra Mi’raj di Masjid Baitul Makmur: Penyuluh Agama KUA Campurdarat Ajak Siswa SMPN 1 Campurdarat Teladani Akhlak Rasulullah

TULUNGAGUNG – Suasana khidmat dan penuh semangat menyelimuti Masjid Besar Baitul Makmur pada Sabtu pagi (17/1/2026). Ratusan siswa-siswi beserta guru dari SMPN 1 Campurdarat berkumpul untuk memperingati momentum besar Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H.

Acara yang dimulai sejak pukul 08.30 WIB ini menghadirkan Bapak Eko Ali Sadikin, seorang Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Campurdarat, sebagai pemateri utama. Kehadiran beliau memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut melalui penyampaian materi yang komunikatif dan relevan dengan kehidupan remaja masa kini.

Menanamkan Nilai Shalat dan Karakter
Dalam tausiyahnya, Bapak Eko Ali Sadikin memaparkan makna mendalam di balik perjalanan agung Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga menuju Sidratul Muntaha. Beliau menekankan bahwa inti dari peristiwa Isra Mi’raj adalah perintah shalat lima waktu sebagai fondasi utama karakter seorang muslim.

"Isra Mi'raj bukan sekadar perjalanan sejarah, tapi adalah panggilan bagi kita, terutama adik-adik siswa SMPN 1 Campurdarat, untuk memperbaiki kualitas komunikasi kita dengan Allah melalui shalat. Shalat yang baik akan membentuk disiplin dan akhlak yang mulia," ujar Eko di hadapan para jamaah.

Antusiasme Peserta yang Luar Biasa
Salah satu hal yang menarik perhatian dalam kegiatan ini adalah antusiasme tinggi dari para peserta. Meski masjid dipadati oleh ratusan siswa, suasana tetap kondusif dan penuh perhatian. Bapak Eko Ali Sadikin berhasil menghidupkan suasana dengan gaya penyampaian yang interaktif, sesekali diselingi dengan tanya jawab yang disambut berebut oleh para siswa.

Pihak sekolah SMPN 1 Campurdarat menyampaikan apresiasinya atas kesediaan penyuluh dari KUA untuk membimbing para siswa. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat mental spiritual generasi muda di lingkungan Kecamatan Campurdarat agar tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman iman.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan keberhasilan para siswa dalam menuntut ilmu. Peringatan Isra Mi'raj tahun ini menjadi bukti sinergi yang baik antara instansi pendidikan dan KUA dalam mewujudkan masyarakat yang religius sejak dini.

(As-Syarof)
Lebih lamaTerbaru

Posting Komentar

Social Media